Mulai tahun ajaran 2012/2013 pengelolaan unit-unit pendidikan dilakukan penyatuan yang kemudian disebut dengan Pendidikan Pesantren Islam Al Mukmin atau disingkat PPIM, dimana sebelumnya ada 4 unit  yang masing-masing ada kepala sekolah sendiri, yaitu unit MTs, unit MA, unit KMI, dan unit Kesantrian

UNIT/PROGRAM PENDIDIKAN

Dalam rangka mewujudkan sasaran dan tujuan di atas, maka pondok pesantren Islam Al-Mukmin telah mengelola jenjang-jenjang unit pendidikan.  Dalam perjalanannya, unit-unit pendidikan mengalami beberapa perubahan sebagai sebuah tuntutan untuk mempermudah mekanisme kerja, dengan tetap berjalan sesuai khittah pesantren yang telah ditetapkan.  Mulai tahun ajaran 2012/2013 pengelolaan unit-unit pendidikan dilakukan penyatuan yang kemudian disebut dengan Pendidikan Pesantren Islam Al Mukmin atau disingkat PPIM, dimana sebelumnya ada 4 unit  yang masing-masing ada kepala sekolah sendiri, yaitu unit MTs, unit MA, unit KMI, dan unit Kesantrian

Dengan diadakannya penyatuan unit pendidikan menjadi PPIM ini, pada hakikatnya tidak mengurangi porsi materi pengajaran yang termuat dalam program pendidikan, demikian juga tidak merubah jadwal rutinitas kepengasuhan santri.  Dilakukannya semata untuk mempermudah dalam mekanisme kerja serta mengantisipasi hal-hal yang dimungkinkan akan memunculkan rivalitas yang kurang sehat. 

 Kurikulum pendidikan yang digunakan merupakan gabungan kurikulum pendidikan Nasional dan pendidikan Pesantren.  Masa pendidikan ditempuh selama 6 tahun (kelas I sd. Kelas VI).  Pada tahun ke-3, semua santri mengikuti ujian Nasional tingkat SLTP, demikian juga pada tahun ke-6 mengikuti Ujian Nasional tingkat SLTA.  Tahun ke-5 diadakan pembagian jurusan sesuai bakat, minat, kemampuan, orientasi, serta kepentingan santri dalam mengarungi masa depan sebagai pionir dakwah, yaitu : 1) jurusan Keagamaan, 2) jurusan IPA, 3) jurusan IPS.  Semua santri yang dinyatakan lulus Ujian Akhir, akan mendapatkan ijazah formal tingkat SLTP dan SLTA sesuai dengan ketentuan dipersyaratkan PPIM.  Khusus Jurusan keagamaan, setelah usainya proses pendidikan di pesantren, berkewajiban melaksanakan tugas pengabdian (Wiyata Bakti) selama 1 tahun di lembaga-lembaga pendidikan dan masyarakat di berbagai daerah sesuai dengan penugasan resmi pesantren.  Adapun bagi santri jurusan non keagamaan yang berminat untuk melakukan pengabdian (Wiyata Bakti) pesantren akan memfasilitasi.  

Diwajibkannya santri jurusan Agama untuk melakukan Wiyata Bakti, dimaksudkan agar mengamalkan apa yang di dapat dari pesantren khususnya basis pengetahuan yang berorientasi pada dakwah dan taklim.  Kemudian dari pengalamannya berjuang di tengah-tengah masyarakat  secara langsung tersebut, bisa menjadi tambahan penguatan keilmuan dan ketahanan untuk mengarungi kehidupan berikutnya, baik melanjutkan studi formal, ataupun kembali lagi ke kampung halamannya masing-masing.  Adapun bagi jurusan IPA dan IPS diberikan kesempatan langsung melanjutkan studi ke perguruan tinggi, adalah dimaksudkan untuk percepatan proses pendidikan yang pada umumnya lebih terikat dengan peraturan akademik.

Program Pendidikan Takhasus (Pra SLTA)
    Pendidikan ini merupakan persiapan selama satu tahun. Diperuntukkan bagi calon santri putra dan putri dari jenjang pendidikan SLTP maupun  MTs (non pondok pesantren).   Pendidikan diorientasikan untuk memperdalam materi pelajaran bahasa Arab dan Inggris serta materi khusus kepesantrenan sehingga selama satu tahun diharapkan memiliki kemampuan untuk menguasai ilmu yang seimbang dengan kelas III PPIM.   Setelah 1 tahun pendidikan, bagi yang dinyatakan naik kelas, maka langsung naik ke kelas IV PPIM.  Adapun bagi pendaftar lulusan SLTP atau MTs Pesantren formal, akan diberikan kesempatan mengikuti tes persamaan untuk langsung masuk kelas IV jika berhasil lulus dalam menempuh tes.

Program khusus Tahfidz Al Qur’an
Program ini merupakan program unggulan dibawah koordinasi PPIM, untuk penguatan kemampuan tahfidzul Qur’an bagi santri lengkap dengan tartil dan tajwid, dengan target-target capaian hafalan yang telah ditetapkan.  Adapun para pembimbing tahfidz adalah para guru yang kapabel dalam bidangnya, dibantu para guru huffadz alumnus sejumlah pesantren tahfidz.  Program tahfidz ini terbagi menjadi 3 kategori yaitu :
1)    Tahfidz Khos :  peserta adalah santri PPIM dari kelas I sd. Kelas VI yang dilakukan penyaringan dalam proses seleksi, ditempatkan dalam asrama tersendiri, dengan capaian/ target selama 6 tahun menjadi santri, telah menyelesaikan program hafalan Al Qur’an 30 juz penuh dan lulus dalam proses ujian tahfidz
2)    Tahfidz Ijbari : peserta adalah seluruh santri PPIM Kelas I sd. Kelas VI, dengan target 6 juz Al Qur’an harus terselesaikan selama 6 tahun
3)    Tahfidz Idhofi : Peserta adalah seluruh santri PPIM, yang memiliki kemauan kuat untuk menambah hafalan lebih dari target jumlah 6 juz yang ditetapkan selama 6 tahun, yaitu antaru 10 hingga 30 juz Al Qur’an





Program Pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Pra Taman Kanak-kanak
Program ini untuk mewadahi siswa/calon siswa usia TK dan pra TK dengan sistem pendidikan terpadu/ Fulday (dari jam 07.00 s.d. jam 16.00) dengan berbagai fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan anak di usia ini, tenaga Guru berpengalaman dan kapabel dalam bidangnya, dan berbagai tawaran program menarik sebagai bagian proses pendidikan.

Go to top