Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin memiliki asas yang digunakan sebagai landasan gerak menuju sasaran dan tujuan yang harus dicapai.  Al-Qur’an dan As-Sunah As-Shahîhah merupakan asas yang menjiwainya. Oleh karena itu segala aktivitas pondok pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki harus bertumpu dan mengacu pada Al-Qur’an dan As-Sunah As-Shahîhah.

ASAS PONDOK

Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin memiliki asas yang digunakan sebagai landasan gerak menuju sasaran dan tujuan yang harus dicapai.  Al-Qur’an dan As-Sunah As-Shahîhah merupakan asas yang menjiwainya. Oleh karena itu segala aktivitas pondok pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki harus bertumpu dan mengacu pada Al-Qur’an dan As-Sunah As-Shahîhah.

D.    SASARAN DAN TUJUAN
Sasaran yang ingin dicapai oleh Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin adalah terbentuknya generasi muslim yang berciri khas :
1.    Salîmu`l Aqîdah (سَلِيْمُ اْلعَقِيْدَة): generasi yang bertauhid secara murni dan tauhid tersebut mampu mewarnai kehidupannya.
2.    Shahîhu`l Ibâdah (صَحِيْحُ اْلعِبَادَة ): generasi yang dapat beribadah dengan benar yaitu menjalankan ibadah secara ikhlas dan mengikuti contoh dari Rasul 
3.    Matînu`l khuluq (مَتِيْنُ اْلخُلُق): generasi yang berakhlak mulia seperti halnya akhlak Rasulullah  
4.    Mutsaqofu`l Fikri ( مُثَقَّفُ اْلفِكْر) : generasi yang berwawasan luas baik dalam ulumuddin maupun  Ilmu Pengetahuan dan teknologi)
5.    Qawiyyu`l Jismi ( قَوِيُّ اِلْجِسْم) : generasi yang jasmani/fisiknya sehat dan kuat)
6.    Qâdiran ‘Ala`l Kasbi ( قَادِرًا عَلَى اْلكَسْب ): generasi yang mampu hidup mandiri dan tidak menjadi beban bagi orang lain)
7.    Nafi’an Linnafsi Wa Lighairih ( نَافِعًا لِنَفْسِهِ وَلِغَيْرِه):  generasi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan seluruh umat)
8.    Mujâhidan Lidînih ( مُجَاهِدًا لِدِيْنِه): generasi yang sanggup mengerahkan potensi untuk kepentingan agamannya.

 

Adapun sasaran-sasaran tersebut dalam jangka panjang, dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan pendidikan pondok pesantren Islam Al-Mukmin sebagai berikut:

1.    Lahirnya generasi ulamâ’ul ‘Amilîn fî sabîlillâh (kader ulama’ yang mau mengamalkan ilmunya, menjunjung tinggi dan menegakkan agama Alloh secara bertangung jawab sebagai wujud perjuangan mencari ridha Alloh   )
2.    Lahirnya generasi yang siap melaksanakan Islam secara kâffah (Universal) sebagai dîn (agama) rahmatan lil’âlamîn (rahmat bagi semesta alam).

Go to top