Para santri yang belajar di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki tidak hanya berasal dari Surakarta dan sekitarnya, namun mereka datang dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia, bahkan dari luar negeri, dengan latar belakang yang sangat beragam. Berasal dari kalangan pedagang, petani, nelayan, buruh, pegawai negeri, TNI/Polri, Karyawan Swasta/Negeri, pengusaha dan lain-lain.

LATAR BELAKANG DAN KEBERADAAN SANTRI

    Para santri yang belajar di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki tidak hanya berasal dari Surakarta dan sekitarnya, namun mereka datang dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia, bahkan dari luar negeri, dengan latar belakang yang sangat beragam. Berasal dari kalangan pedagang, petani, nelayan, buruh, pegawai negeri, TNI/Polri, Karyawan Swasta/Negeri, pengusaha dan lain-lain.  Meskipun mereka datang dari berbagai latar belakang yang beraneka ragam,  namun di pesantren tetap menyatu dalam bingkai ukhuwah Islamiyah. Segala bentuk ciri negatif yang mengarah pada semangat kelompok/golongan/kesukuan ditiadakan di pesantren ini. 

Suasana kehidupan santri dalam kesehariannya selalu diupayakan untuk tetap mengedepankan kesetaraan, persamaan, kesederhanaan, dan keiklasan untuk bersama-sama belajar, beribadah, beramal, berprestasi dan berpacu untuk menyiapkan masa depan guna meraih kemuliaan melalui jalan taqwa dan demi menggapai ridla Alloh SWT.  Para santri dalam kesehariannya dibiasakan untuk hidup mandiri dan tidak selalu menjadi beban bagi orang lain termasuk orang tua. Mereka juga dibiasakan untuk senantiasa berkorban, tolong menolong, memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta peka terhadap kondisi umat. Upaya-upaya tersebut merupakan wujud penanaman Panca Jiwa Pesantren kepada para santri yaitu Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan Pengorbanan.

Go to top