Seluruh santri di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin diharuskan mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal. Di luar KBM santri mengikuti berbagai kegiatan amaliyah (praktek) yang berfungsi untuk meneguhkan keilmuwan, menyalurkan, mengarahkan, dan memupuk minat serta bakat para santri.

ANEKA KEGIATAN DI LUAR JAM FORMAL

Seluruh santri di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin diharuskan mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal. Di luar KBM santri mengikuti berbagai kegiatan amaliyah (praktek) yang berfungsi untuk meneguhkan keilmuwan, menyalurkan, mengarahkan, dan memupuk minat serta bakat para santri. Diantara kegiatan itu adalah:
 
1.    Imarotu`s Syu’unit Tholabah (IST), organisasi ini semacam OSIS di sekolah umum, yaitu sebuah wadah latihan para santri untuk berorganisasi, menjadi pemimpin, manajerial serta mengembangkan kreativitas keadministrasian. Pada permulaan berdirinya pada tanggal 01 Muharam 1405 H./1983.  organisasi ini bernama OP3IN (Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Islam Al Mukmin).  Pada perkembangan selanjutnya disempurnakan menjadi Imaratus Syu’unith Tholabah (IST).  Pengurusnya dipilih di kelas V.  Di dalam organisasi IST ini, operasional kerjanya dijabarkan dengan struktur yang merupakan bagian-bagian sesuai dengan bidang penanganan yang masing-masing dibimbing kalangan asatidzah di Kepengasuhan.  Diantara bagian-bagian itu adalah :  Lembaga Bahasa (berlatih mengurusi pengawasan dan pemajuan bahasa resmi santri (bahasa Arab dan bahasa Inggris), Bagian Dakwah (berlatih untuk bertanggungjawab pada pengurusan seputar program pengajaran non formal baik dakwah di masyarakat maupun di dalam pesantren), bagian Keamanan (berlatih bertanggungjawab terhadap proses perizinan, disiplin ibadah dan hal-hal terkait keamanan santri dan lingkungan asrama), bagian Riyadhoh dan Vaniyah/ Rivan (berlatih bertanggunjawab pengurusan kreativitas seni dan olahraga santri), bagian Ta’mir (berlatih bertanggungjawab pengurusan ta’mir masjid dan hal terkait), Bagian K3 (berlatih bertanggungjawab dalam urusan kebersihan lingkungan pesantren dan hal terkait), dan bendahara.
2.    Santri Pecinta Alam (SAPALA) KAMUFISA, organisasi ini semacam Kepanduan (PRAMUKA) di sekolah umum.  Berdiri pada tahun 1410/ 1988. mengingat bahwa tidak boleh ada organisasi di kalangan santri selain IST, maka organisasi ini berada di bawah bagian rivan yang merupakan bagian organisasi IST.  Menangani dan menyalurkan bakat santri khususnya dalam pengembangan minat dan bakat santri sebagai insan akademik dalam menjaga kelestarian alam, selain itu juga untuk mengupayakan mewujudkan santri yang berkepribadian, respek/peduli, kuat dan sehat fisik serta memiliki keterampilan yang memadai. Santri pecinta alam beranggotakan santri yang diseleksi  melalui pendaftaran dan tes dengan standar keterampilan dan ketahanan fisik. Pada momen tertentu, Sapala juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan sesuai kebutuhan seperti, keterlibatan dalam acara konggres, aksi solidaritas, mudhoharoh, tabligh akbar, bakti sosial masyarakat, dan lain-lain.
3.    Muhawaroh, yaitu praktek percakapan bahasa asing (Arab dan Inggris) secara massal yang diselenggarakan secara rutin pada waktu tertentu sesuai jadwal yang ditetapkan bagian pengembangan bahasa.
4.    Tasji’ul Lughoh adalah pemberian kosa kata ataupun mufrodat di kelas maupun di kamar secara rutin dan berkala kepada para santri yang berfungsi untuk menambah kosa kata bahasa Arab dan bahasa Inggris serta mempraktekkan dan memgembangkan dalam bentuk jumlah mufidah (kalimat sempurna).  
5.    Muhadloroh, Latihan berpidato dalam tiga bahasa yaitu bahasa Arab, Inggris, Indonesia yang diadakan setiap Senin dan Kamis sore setelah shalat ashar dan Kamis malam setelah shalat isya’.  Latihan pidato ini berlaku bagi seluruh santri, sebagai salah satu modal utama saat terjun di masyarakat kelak.  Dengan dilaksanakan pidato di hadapan santri yang lain, apalagi menggunakan tiga bahasa, diharapkan setelah usainya belajar di pesantren, santri tidak lagi canggung berbicara di hadapan khalayak, yang merupakan bagian tak terpisahkan dalam aktifitas dakwah dan hubungan dengan masyarakat, terlebih jika kemudian para santri menjadi sosok pemimpin-pemimpin di kalangan kaumnya.
6.    Ta’limul Quro’ adalah kegiatan santri yang berupa praktek mengajar  dan memberi penerangan agama di tengah-tengah masyarakat dari selepas magrib hingga jam 20.00, baik di masjid-masjid; TPA, majelis ta’lim di rumah-rumah penduduk, dan lain-lain, khususnya lingkungan sekitar pesantren dalam lingkup kelurahan Cemani/radius + 3 - 4 km.  Praktek mengajar/dakwah ini dimulai di kelas IV PPIM, maka bagi mereka secara rutin/berkala tiap angkatan, selalu diberikan pelatihan (dauroh/pembekalan) sebelum mereka terjun.
7.    Pengajian/ceramah Lepas Magrib merupakan siraman rohani yang diberikan oleh  para ustadz senior sesuai jadwal dan materi yang telah ditetapkan kepada para santri, usai sholat magrib sampai masuk waktu Isya’
8.    Kegiatan Halaqoh adalah kegiatan kelompok-kelompok kecil yang berjumlah kurang lebih 10 santri dengan seorang pembimbing  diadakan secara rutin.
Kegiatan ini berfungsi utama untuk penanaman akhlak mulia, meyadarkan serta mengingatkan diri serta muhasabah dari kealpaan sehingga para santri diharapkan dapat  meningkatkan gairah dalam belajar dan beramal Islami, disertai mawas diri dari berbagai kemungkinan negatif.  Adapun kegiatan halaqoh dimaksud antara lain : halaqoh takwinul akhlak (penanaman akhlak mulia), halaqoh tahfidz Al Qur’an, halaqoh kajian kitab (riyadhus sholihin), halaqoh bersama wali kamar, dll.
9.    Qiro’atul Qur’an, merupakan kegiatan rutin membaca Al-Qur’an yang diselenggarakan setelah subuh dan setelah magrib bagi yang ketepatan tidak mendapat jadwal pengajian lepas magrib dan kajian kitab
10.    Sorogan  yaitu santri mengkaji Kitab dengan bimbingan ustadz yang dilaksanakan setelah magrib/ menyesuaikan waktu yang tersedia
11.    Olah Raga yang meliputi; bela diri, hiking, renang, camping, bulu tangkis, Volley, tenes meja, sepak bola, takraw, basket, futsal, baris berbaris, dll.
12.    Latihan Jurnalistik melalui pengelolaan majalah berkala yaitu Majalah AL-MUKMINUN serta majalah dinding (Mading).
13.    Aneka Kursus seperti : Tahsinul Qiro’ah; komputer, menjahit, tata boga, tata busana, kaligrafi dan lain-lain.

K.    JADWAL AKTIFITAS SANTRI DALAM 24 JAM

NO    WAKTU    KEGIATAN
1    03.30 - 04.30    Persiapan dan sholat subuh berjama’ah di masjid
2    04.30 - 04.45    Membaca Al-Qur’an
3    04.45 - 06.00    Olah Raga/ Piket kebersihan/ mandi
4    06.00 - 06.45    Makan pagi/ persiapan sekolah Formal
5    07.00 - 11.55    Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal
6    11.55 - 12.15    Shalat Zuhur berjama’ah
7    12.15 - 13.35    Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal
8    13.35 - 14.45    Makan dan istirahat siang
9    14.45 - 15.45     Persiapan dan Shalat ashar berjama’ah
10    15.30 - 17.00    Kegiatan ektra kurikuler / olahraga
11    17.00 - 17.30    Piket kebersihan sore/ mandi
12    17.30 - 18.15    Persiapan dan Shalat magrib berjama’ah
13    18.15 - 19.00    Pengajian/Membaca Al-Qur’an/Sorogan/makan malam (sesuai dengan jadual)
14    19.00 - 19.45    Shalat Isya’ berjama’ah
15    20.00 - 22.00    Belajar malam di kelas masing-masing bersama pembimbing yang ditetapkan
16    22.00 - 03.30    Tidur malam dan sholat tahajud

Keterangan :
1.    Jadwal bisa berubah sesuai kebutuhan dan atau perubahan waktu shalat
2.    Pada hari Jum’at kegiatan belajar mengajar sekolah formal libur

Go to top